Tuesday, July 28, 2009

Hijrah Kehidupan

Nama aje MC tapi saya sibuk! Benar, saya dah ada bibik tapi urusan sekolah anak-anak haruslah ibu bapa yang buat, kan. Kes saya ni, abahnya sibuk. Sampailah masanya dalam hidup saya, saya perlu independent. Nasib baik saya pernah jugak merasa jadi dependent selama beberapa tahun sebelum ni. Merasalah nak dimanja-manja.

Sebetulnya, saya telah apply unpaid leave selama 2 minggu untuk menguruskan Bibik Ros. Maksud saya untuk melatih dia dan juga orientasi anak-anak saya dengannya supaya serasi. Selain itu, saya perlu uruskan transportation anak-anak dari rumah ke sekolah, uruskan pertukaran tadika Iman dan beberapa hal-hal lain. Takdir Allah, saya keguguran. Lantas application itu di KIV and instead, saya dapat MC, 2 minggu. Sangat kebetulan kan.

Untuk hal Iman, tadika berdekatan rumah menolak dia. Katanya sudah penuh. Budak 5 tahun sudah ada 20 orang. Saya explain keadaan Iman. Entahkan faktor itu sebabkan penolakan, saya tak pasti. Mungkin saya bersangka buruk saja. Kata tokei tadika, tahun depan InsyaAllah. Cuma dia minta tempoh percubaan selama sebulan dengan Iman. Buat masa ini, kami putuskan Iman dikekalkan. Status quo. Pagi dia akan ke Atfal Excel (tadika) dan selepas itu dia ke Atfal Sayang (taska) sehingga saya konfiden dan dia sendiri selesa untuk naik van. Kos untuk Iman tetap kekal RM170 dan RM150 untuk tadika dan taska, respectively. Tak masuk OT tu. Dengan En Tebby selalu balik lewat, mungkin saya akan drive juga ke ofis so that I can punch-out right on time. Kesian Iman kalau kami lewat. Kalau dulu ada Kakak dan Adam.

Untuk Kakak pulak, jenuh saya tunggu bas-bas dan van-van sekolah lalu depan rumah. Catitkan contact number. Menimbang-nimbang yang mana satu. Bas kah? Van kah? Akhirnya, kami putuskan Kakak akan naik van ke sekolah agama dan sekolah kebangsaan. Bayarannya RM40. Untuk 2 sekolah, makanya, RM80 sebulan.

U ols kan tau how pathetic and paranoid I am when it comes to my kids. I know she's 8 but that did not deter me from stalking her. Adakah dia turun di tempat yang betul? Adakah dia naik van yang betul waktu pulang sekolah? Apa reaksi mukanya waktu sampai rumah? Alhamdulillah, hari Isnin (first day naik van), saya tengok dia OK saja. Turun di tempat yang betul. Naik pun van yang betul. Nasib baik di cermin depan van tertera nama tokei van sebesar-besar alam. Senang nak identify. Kakak kata 'owh... van yang ada nama ********* kat dahi van tu ye?'. Apa-apa lah nak, janji selamat. Itupun... berbuih saya pesan, kalau tertinggal van, kena pegi dekat sekolah atau guard mintak tolong call ummi atau abah. Saya letak tag besar kat beg contact number kami suami isteri.

Well, I kinda like it staying at home. Maybe sebab I still got my pay he he. Dulu dirundung kesedihan and I distrated myself dengan mengeluar dan menyimpan semula baju-baju dalam almari. When I started browsing to buy things online, I knew I was back to my normal-self he he. But that's not all about it la. I love sending Kakak naik van. Watch her over lunch. Prepare her bekal. I love fetching Iman later in the afternoon. We usually take longer route, roll down the window and chat (yesss... he chats nowadays!). I'm sure gonna miss this once my MC ends next week.

Alhamdulillah, Bibik Ros is up to my expectation. So far, at least. I don't have to tell (and nag) much. She knows what to do. Mungkin sebab dia pernah jadi pembantu rumah waktu di Indonesia. I woke up to clean, mopped floor, empty dirty laundry basket, clear sink. I do the cooking and clowning around with the kids. I have ample time to supervise Kakak's homework. I have time to belek myself have since started to take better care of myself. Kenalah kan.. I am 35 already this year. 5 more years before I hit the big-40. I heard Bibik Ros listens to quran recital before bed and when I am upstairs, if she's done with her chores, she watches Oasis and follow Quran recital. She makes my kids sit and recite du'a before eating. I hope that's natural and not just something she does just to impress me.

Part of it, I owe it to our Gravida 4. If not for my 4th pregnancy, I would not take a live-in maid. Yes, Allah makes things work in mysterious way.

2 comments:

Bahiyah Yunus said...

kak mon...how I wish I could stay at home too...jom join asu pegi grooming dan make over nak? Kita belajar sesama...

ummi said...

asu ~ jom... jom pi spa, berurut, facial. best kan. tp nak gaji cam sekarang gak ahaks!