Thursday, November 17, 2011

Mudahnya Dapat Pahala

When I started back working back in July, I had mixed feelings. Hati lebih berat kepada nak resign terus. I must say when I stayed home, insyaAllah all domestic matters were better better managed. My husband could expect full-fledge dinner on the table. All dried clothes were pressed, folded and put away. Everything was in place. Everyone was happy. (And I tabik to those who can do that, even as a working mom because it is not easy).

In addition to that, now the kids are, from time to time, asking
Kenapa Ummi kena kerja? - Iman
Why can't we be like before? - Kakak
Can you come back at noon and pick us up? - Kakak
Saya tak nak pegi taska. Saya nak duduk rumah - Adam

And today I found this.

Pernah sahabat nabi merungut apabila melihat seorang yang badannya kasar kerana kuat bekerja dan berkata:
"Alangkah baiknya jika dia menggunakan kekuatan tubuhnya itu untuk berjihad pada jalan Allah"

Mendengar itu Rasulullah s.a.w pun bersabda
"Jika dia bekerja mencari nafkah untuk anak-anaknya yang kecil adalah fi sabilillah, jika dia bekerja untuk kedua-dua orang tuanya pun fisabilillah, jika dia bekerja mencari nafkah untuk dirinya sendiri juga dikira fisabilillah, tetapi jika dia bekerja dengan tujuan menunjuk-nunjuk dan riak, maka itu adalah fisabili syaitan (pada jalan syaitan)."

Riwayat Bukhari&Muslim dan Tarmidzi

MasyaAllah. Sebagai ibu dan isteri, mudahnya kita nak cari pahala. Duduk di rumah menguruskan anak-anak, suami dan urusan rumahtangga, dapat pahala. Keluar bekerja pun dapat pahala, as long as bukan menunjuk-nunjuk (as in ayat di atas). Of course we have our preference but either way, pahala.

Kakak, Iman dan Adam - susah untuk Ummi terangkan sekarang. But this is untuk keberlangsungan hidup kita semua. Satu hari nanti kalian pasti faham.

1 comment:

Farra said...

saya suke..